Fix Bikin Keren, Berfoto Sambil Ngebraga
Hallo kawan Bandung Bed and Book, kalo ke Bandung pastikan untuk singgah di jalan Braga ya. Jalan yang satu ini
sangat ikonik dan erat banget hubungannya dengan sejarah Kota Bandung. Pada masa Hindia
Belanda, Braga mencapai masa kejayaannya pada dekade 1920 hingga menjelang
kedatangan tentara Jepang ke Hindia-Belanda.
Braga
menurut Haryoto Kunto, berasal dari kata
ngabraga atau menyusuri. Karena jalan ini sejalalur dengan alur sungai Cikapundung. Adapula yang menyebutkan berasal dari tonil Braga, group sandiwara yang
sangat kesohor pada masa itu.
Julukan Paris Pan Java bermula dari Jalan ini. Karena Braga saat pada itu
menjual barang-barang seperti fasion, perlengkapan rumah tangga, kendaraan dan
lain-lain, yang langsung diimport dari Eropa khususnya Prancis. De
Vries merupakan Mall pertama di Braga yang berbau Prancis, yang kemudian di susul dengan toko lainnya seperti Au Bon Marche dan lain lain.
Para
Preanger Planters atau tuan tanah Priangan juga gemar meghabiskan waktu libur
mereka di sini. Menempati societeit Concordia (gedung merdeka kini), mereka
berkumpul uintuk minum minum, berpesta, bermain billiard. Pernah suatu ketika saking kayanya para preanger plenters, mereka
sempat mengundang Anna Pavlova, ballerina snagat terkenal di dunia saat itu. Dan
hal itu menimbulkan kehebohan bukan Cuma di Bandung tapi juga di Hindia.
Jalan
sapanjang 600 meter dan lebar7,5 meter ini memang laik dikunjungi. Sisa sisa
bangunan tua masih dapat disaksikan hingga sekarang. Bergaya art deco dengan
jendela-jendela dan pintu yang besar.
Yuk nostagiaan sambil berfotoria di Braga
Cukup 20 menit dengan motor dari Bandung Bed and Book menuju braga loh. Yuk nostagiaan sambil berfotoria di jalan bersejarah yang satu ini.


0 komentar:
Post a Comment